MIN 3 Bantul Kunjungi Museum Pleret dan Festival Budaya Pendidikan Khusus DIY

Diposting pada: 2019-11-20, oleh : MIN 3 Bantul, Kategori: Informasi Sekolah

Dalam rangka menindaklanjuti dua surat dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bantul, MIN 3 Bantul menyelenggarakan rangkaian kunjungan ke dua tempat berbeda. Surat pertama berasal dari Balai Arkeologi Daerah Istimewa Yogyakarta, bernomor 0947/K5.8/PG/2019. Surat tersebut berisi permohonan untuk menggerakkan peserta didik mengunjungi pameran Rumah Peradaban Situs Pleret di Museum Pleret.

Sedangkan surat kedua berasal dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta, bernomor 421/11677. Isi surat tersebut adalah imbauan agar mengerahkan peserta didik untuk menyaksikan Festival Budaya Pendidikan Khusus DIY.

“Dengan berdasar dua surat di atas, MIN 3 mengerahkan peserta didik kelas 1, 2 dan 3 untuk mengikuti rangkaian kunjungan tersebut, Selasa (19/11),” ungkap Kepala MIN 3 Bantul Rini Astuti.

Peserta didik kelas 1, 2 dan 3 berkumpul di lapangan madrasah jam 7 pagi. Dengan armada bus sejumlah 6 unit dan diawasi oleh dewan guru serta staf pegawai, semua peserta berangkat menuju museum Pleret tepat jam 8 pagi. Tepat 20 menit berselang, semua peserta telah sampai di museum untuk melihat koleksi peninggalan bersejarah di dalamnya.

“Kegiatan awal yaitu bersama-sama melihat Sumur Gumuling yang merupakan peninggalan kerajaan Mataram Islam. Selanjutnya menyaksikan film pendek tentang sejarah kerajaan Mataram Islam,” terang Rini lagi.

Setelah selesai melihat dan mempelajari sejarah di museum, seluruh peserta bersiap menuju Pyramid Rest Area di Jalan Parangtritis untuk melihat Festival Budaya Pendidikan Khusus suluruh DIY. Di dalam lokasi banyak dijumpai aneka kreasi anak-anak berkebutuhan khusus dari sekolah luar biasa (SLB) di lingkungan DIY. Adapun hasil kerajinan tersebut berupa batik tulis, rajutan, kostum, patung hingga gantungan kunci dan lain-lain.

“Kegiatan ini sebagai bentuk pembelajaran dan pendidikan bagi peserta didik agar dapat belajar dari semua orang tanpa terkecuali. Semoga (peserta didik) kelas 1, 2 dan 3 dapat mengambil pelajaran dari semua hal yang dijumpai,” pungkas Rini.


Berita Lainnya



Tinggalkan Komentar


Nama *
Email * Tidak akan diterbitkan
Komentar *
security image
 Masukkan kode diatas
 

Ada 0 komentar untuk berita ini

www.000webhost.com